Air Sungai Keruh, Pemdes Kalisari Beri Waktu Seminggu pada PT SAE untuk Atasi Pencemaran

Azis Samsuri, Kepala Desa Kalisari (dok FB)

Pemerintah Desa Kalisari memberi deadline satu minggu pada PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE) untuk mengatasi pencemaran air sungai akibat pembangunan jalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) lereng Gunung Slamet. Peristiwa itu mengakibatkan ratusan pengrajin di desa sentra tahu itu terganggu produksinya.

Desa Kalisari terletak di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Azis Samsuri, Kepala Desa Kalisari, menceritakan sejumlah warganya mengeluh atas keruhnya air sungai, Pamsimas, dan PAM Desa. Mata air yang menjadi sumber aliran Pamsimas dan PAM Desa terganggu akibat pembangunan jalan di atas kawasan Cipendok, Kamis (26/1).

“Awalnya pihak PT SAE menolak nota keberatan kami. Mereka mengatakan pembangunan jalan bukan penyebab pencemaran air. Bahkan, mereka mengajak saya naik ke atas untuk melihat pengerjaan proyek mereka. Setelah saya perlihatkan fakta, mereka tak bisa berkilah,” jelas Azis.

Kini para pengrajin tahu di Desa Kalisari terpaksa menyimpan air dalam jumlah banyak untuk diendapkan terlebih dahulu. Air yang sudah bersih selanjutnya dipakai untuk merendam kedelai dan membersihkan kotoran. Jika tidak diendapkan, kata Aziz, tahu yang diproduksi terancam gagal.

“Kami memberi waktu satu minggu pada PT SAE untuk mengatasi masalah ini. Mereka mengaku sudah membuat dua bak penampungan untuk mengurangi dampak pencemaran,” lanjutnya.

Di Desa Kalisari ada 250-an pengrajin tahu aktif. Sebagian besar pengrajin tahu memanfaatkan aliran sungai yang kini keruh tercemar lumpur.

admin

Admin Desa Membangun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *