Desa Go Internasional Lewat Website Dwibahasa

Bahasa menjadi bagian penting dalam komunikasi antarpersonal lintas negara. Sebagian besar negara memiliki bahasa nasional sendiri yang menjadi medium pergaulan sehari-hari, bahkan dalam satu negara terdapat sejumlah bahasa daerah atau suku. Namun, ada sejumlah negara yang menggunakan bahasa yang sama, minimal serumpun, sehingga komunikasi antarnegara lebih mudah dilakukan.

Meski bukan sebuah keharusan, bahasa Inggris banyak digunakan dalam komunikasi internasional. Hal itu bisa terjadi karena Inggris menjadi negara yang pernah mempraktikan kolonialisme di banyak negara, termasuk banyak benua. Untuk pengarusutamaan potensi dan produk unggulan desa secara lebih luas, Gedhe Foundation dan Student English Forum Universitas Jenderal Soedirman (SEF-Unsoed) bekerjasama mendukung program website dwibahasa (Indonesia-Inggris).

Langkah awal dari program tersebut adalah menetapkan desa percontohan. Desa Kalibagor merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Desa ini memiliki sejumlah potensi dan produk unggulan, seperti payung kertas, stik es cream, stik drum, wisata agro kelengkeng, dan sejumlah kelompok seni tradisional. Mereka juga mampu mengelola konten web secara kontinyu sehingga perkembangan yang ada di desa tersebut bisa diakses oleh publik.

Gedhe Foundation menyiapkan fasilitas dwibahasa dalam website desa. Fasilitas itu penting agar semua konten, baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dalam diakses oleh pengunjung dengan mudah. Setelah itu, Gedhe menyelenggarakan mini workshop yang diikuti oleh para sukarelawan SEF-Unsoed. Para sukarelawan mempelajari sistem manajemen konten sehingga mereka bisa langsung mengelola konten di dalam website.

Para sukarelawan SEF-Unsoed terdiri dari para mahasiswa beragam bidang studi yang memiliki kemampuan menulis dalam bahasa Inggris. Mereka bekerja selama 6 jam dalam seminggu untuk mengalihbahasakan konten yang diunggah oleh Desa Kalibagor. Para sukarelawan mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam program ini, terutama pengetahuan dan praktik tata pemerintahan desa. Bahkan, sejumlah sukarelawan bekerja lebih lama dari target program.

Program ini mendapat tanggapan luar biasa dari publik, khususnya netizen. Umumnya, mereka mengapresiasi dan salut atas langkah Desa Kalibagor yang mengelola web dwibahasa. Perbincangan para netizen menyebabkan jumlah pengunjung pada web Desa Kalibagor (http://kalibagor.desa.id) terus meningkat. Sejumlah tokoh publik juga memberikan acungan jempol atas inisiatif pemanfaatan web dwibahasa.

Yossy Suparyo, Juru Bicara Gerakan Desa Membangun (GDM), tinggal di Desa Gentasari.

admin

Admin Desa Membangun

2 Replies to “Desa Go Internasional Lewat Website Dwibahasa

  1. luar biasa nih, dengan begini setiap desa bisa Go Internasional
    tapi kayaknya belum semua desa punya web ya, buktinya desa sy juga belum punya deh, perlu disosialisasikan lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *